Pengamat keuangan syariah, Syakir Sula berpendapat Indonesia harus belajar banyak dari Malaysia dalam menerapkan sistem syariah.
"Memang kita beda 10 tahun tetapi market share jauh tertinggal. Kita harus belajar dari Malaysia untuk syariah agar market share beranjak," katanya saat seminar Infobank syariah di Hotel Borobuddur Jakarta, Kamis (4/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk asuransi pertumbuhan di Malaysia mencapai 8,89% dari market share, sedangkan Indonesia baru 4-5% market share. Kemudian pasar modal di Malaysia 58% dari market share sedangkan Indonesia 6% dari market share.
"Yang lebih mencengangkan lagi sukuk Malaysia sebesar 70% dari pasar dunia sedangkan Indonesia baru 7% dari market share. Beda 10 tahun tetapi market share jauh," katanya.
Syakir berpendapat harus ada perhatian yang lebih dari pemerintah guna mengembangkan market share syariah di Tanah Air. Perhatian yang lebih disampaikan pada Otoritas Jasa Keuangan agar melihat syariah bukan sebelah mata tetapi industri keuangan yang tahan terhadap krisis.
"Aturan dibuat dulu kemudian jalan itu yang saya temukan di Malaysia. Di Indonesia Kita jalan industri nya tetapi tidak ada peraturan. Pada OJK saya berharap syariah ini harus dikembangkan karena salah satunya adalah syariah itu tahan pada krisis," tutupnya.
(wij/dru)











































