Chairul yang juga pengusaha nasional menyatakan bagi dunia usaha yang paling penting bukan menguat atau melemahnya rupiah. Namun, kestabilan mata uang itulah yang terpenting agar bisnis tidak mengalami kerugian.
Demikian disampaikan Chairul saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kondisi saat ini, Chairul menilai adanya tren penguatan rupiah. Pasalnya, defisit neraca berjalan semakin mengecil.
"Jadi kalau mau lihat ini trennya menguat atau melemah maka lihat tren defisit neraca berjalannya. Kalau tren defisitnya neraca berjaannya mengecil dan mengarah ke surplus maka rupiah akan menguat, kalau lihat begini kan posisinya narrowing-nya makin kecil dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, bisa surplus, kalau itu terjadi maka rupiah akan menguat," pungkasnya.
(nia/hen)











































