Direktur Commercial and Business Banking Bank Mandiri Sunarso mengatakan melalui layanan Global trade, eksportir dapat menyerahkan dokumen ekspor secara elektronik dalam bentuk e-docs kepada bank dan mengajukan penarikan pembiayaan berdasarkan e-docs yang telah diperiksa dan disetujui bank.
Layanan Mandiri Global trade juga dapat membantu importir dan pelaku bisnis dalam penerbitan LC dan penerbitan BG, yaitu dengan mengisi aplikasi secara online dan menyerahkan dokumen pelengkap dalam bentuk e-docs untuk diproses oleh Bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga September 2012, transaksi ekspor yang melalui Bank Mandiri tercatat hingga US$ 40,8 miliar dan untuk transaksi impor, Bank Mandiri telah mencapai angka US$ 42,5 miliar atau tumbuh sebesar 31%.
"Di sisi bank garansi, kami telah mendominasi pasar dengan market share sekitar 24%. Bank Mandiri juga aktif mengingatkan eksportir untuk melakukan pelaporan transaksi hasil ekspor sesuai dengan ketentuan," ungkapnya.
Saat ini, para eksportir dan importir dapat melakukan transaksi ekspornya di 13 Trade Service Center (TSC) dan 18 Trade Service Desk (TSD) Bank Mandiri yang tersebar di seluruh Indonesia. Khusus untuk eksportir dari segment UKM, Bank Mandiri juga memberikan layanan edukasi guna meningkatkan daya saing UKM dalam menembus pasar global.
"Kami berharap, melalui upaya ini Bank Mandiri dapat menjadi bank utama transaksi trade bagi nasabah, bank penerima DHE utama dengan market share terbesar yaitu mencapai 35% dan bank penerbit bank garansi utama dengan market share diatas 25%. Kami optimis dapat mencapai target itu karena per Agustus 2012 market share DHE Bank Mandiri telah mencapai 28,8% dan market share BG per Juli 2012 telah mencapai 23,4%," ujar Sunarso.
(dru/nia)











































