Belum Lakukan Intervensi
BI: Rupiah Pasca Bom Stabil
Jumat, 10 Sep 2004 13:55 WIB
Jakarta - Bank Indonesia menilai posisi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pasca bom di Kedubes Australia kemarin, masih stabil. Karena itu BI menilai langkah intervensi untuk mengamankan Rupiah belum perlu dilakukan. "Kita belum perlu melakukan intervensi. Tapi kita akan terus mengawal Rupiah tetap stabil," kata Deputi Gubernur BI Aslin Tadjudin saat dicegat di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (10/9/2004).Dikatakan Aslim, kondisi Rupiah saat ini sudah stabil walaupun kemarin mengalami tekanan sesaat akibat bom di Kedubes Australia. "Kalau ada bom, orang kaget semua. Kemarin memang ada tekanan sampai Rp 9400 per dolar AS. Tapi pasar normal lagi," ungkap Aslim.Aslim menjelaskan, saat ini secara fundamental kondisi perekonomian Indonsia cukup bagus sehingga ada potensi bagi penguatan Rupiah. Namun diakui, Rupiah terkadan masih mengalami tekanan ketika muncul kejadian-kejadian seperti bom. "Tapi pelaku pasar sekarang sudah bisa membedakan mana yang fundamental mempengaruhi, dan mana yang tidak. Mudah-mudahan Rupiah tetap stabil dan bahkan menguat," tukasnya.Aslim juga meyakini aparat keamanan bisa menyelesaikan kasus bom ini secara profesional karena profesionalisme itu sudah terlihat pada saat polisi bom Marriot dan Bom Bali. "Kita sendiri akan memantau secara dekat perkembangan kurs, baru kita lihat disitu. Kalau kondisinya sudah kembali normal, kita tidak perlu melakukan langkah apapun," demikian Aslim.
(qom/)











































