Bos BNI Targetkan Hapus Buku Piutang Rp 4,8 triliun di 2013

Bos BNI Targetkan Hapus Buku Piutang Rp 4,8 triliun di 2013

- detikFinance
Selasa, 16 Okt 2012 16:57 WIB
Bos BNI Targetkan Hapus Buku Piutang Rp 4,8 triliun di 2013
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk serius menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait piutang bank-bank BUMN. Perseroan berharap 20% dari total piutangnya dapat dihapusbukukan dari total Rp 24 triliun.

Hal ini disampaikan Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo di kantornya, Jakarta, Selasa (16/10/2012). Artinya dana minimal Rp 4,8 triliun akan terhapus dari buku BNI, dan kemudian menjadi pendapatan pada periode sebelumnya.

"Paling tidak 20% dari total piutang kami yang sudah dihapus buku yang sebesar Rp 24 triliun," jelas Gatot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paska tercatat sebagai pendapatan, dana Rp 4,8 triliun bisa digunakan untuk menambah permodalan perseroan, termasuk ekspansi kredit di tahun mendatang.

Ia menargetkan, proses hapus tagih piutang BNI akan terlaksana di 2013. Kini perseroan masih menyusun standar opersional dalam hair cut piutang, yang diselaraskan dengan putusan MK per 25 September lalu.

"Aturan kami sedang susun dan pertengahan November selesai," tambahnya. Selama ini mayoritas piutang yang sudah di hapus buku oleh BNI adalah di sektor UMKM.

Menteri BUMN, Dahlan Iskan juga telah merestui aksi hapus buku piutang perbankan plat merah ini. "Pak Menteri sudah bilang untuk tunduk pada UUPT. Untuk masing-masing, SOP-nya masih-masih. Kita kasih waktu 1 bulan," ucapnya.

BNI masih akan mengkategorikan hapus tagih piutang sebagai penyelamatan atau penyelesaian. Jika terdapat satu piutang dalam diselamatkan, maka BNI masih memberi kesempatan kepada debitur untuk dilunasi dengan terlebih dahulu membayar kewajiban minimum.

"Namun kalau penyelesaian, mereka bisa banyar berapa dari total utang, kita terima dan langsung buku," tegas Gatot.

(wep/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads