Pendapatan bunga bersih perseroan tercatat Rp 3,53 triliun pada September 2012 atau lebih baik dari posisi yang sama tahun 2011 yang sebesar Rp 2,66 triliun. Pendapatan bunga bersih ini tumbuh 33%.
"Kami bersyukur bahwa kinerja Bank BTN Triwulan III tahun 2012 mengalami pertumbuhan lebih baik dibanding posisi yang sama tahun 2011. Dengan potret kinerja tersebut kami optimis dapat mencapai target pada akhir tahun 2012," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro, Rabu (17/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari sisi penyaluran kredit, Perseroan mencatat pertumbuhan dari Rp 59,31 triliun pada 30 September 2011 menjadi Rp 76,57 triliun pada 30 September 2012. Pertumbuhan kredit ini mencapai 29,10%.
"Perseroan optimis akan pertumbuhan kredit Bank BTN. Optimisme ini didukung dampak yang akan muncul pasca dikeluarkannya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang batasan ukuran rumah yang dapat diberikan KPR melalui kredit program dengan minimal ukuran 36 m2. Keputusan ini akan berdampak posistif bagi terbukanya bisnis pembangunan perumahan untuk tipe rumah dibawah 36 m2 yang sebelumnya sempat tertahan namun sekarang beberapa sudah siap untuk dilanjutkan kembali pembangunannya guna mendapatkan dukungan kredit perbankan," papar Iqbal.
Meskipun ekspansi kredit Perseroaan terus tumbuh, BTN mengklaim berhasil menjaga Rasio Kredi Macet (NPL) kreditnya tetap sehat. NPL (Net) BTN per 30 September 2012 tercatat 2,51%. Pencapaian NPL ini lebih baik jika dibandingkan pada posisi yang sama tahun 2011 yang sebesar 3,46%.
Porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi yaitu 86,32% dari total kredit yang disalurkan Perseroan per 30 September 2012 sebesar Rp 76,57 triliun. Sementara sisanya yang sebesar 13,68% disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.
Perseroan pada Triwulan III tahun 2012 juga mencatatkan rasio keuangannya yang secara umum menunjukkan kinerja yang sehat. Rasio-rasio keuangan Bank BTN pada Triwulan III tahun 2012 masing-masing tercatat untuk CAR 15,22%. NIM dan ROE masing-masing tercatat 6,00% dan 19,06%.
(dru/dnl)











































