"Perekonomian Indonesia masih relatif terhindar dari efek krisis Uni Eropa, yang telah berdampak pada perekonomian global. Kokohnya perekonomian Indonesia menciptakan iklim yang kondusif bagi industri perbankan nasional, terutama bagi Danamon, sehingga dapat melanjutkan kinerja positif pada sembilan bulan terakhir," kata Presiden Direktur Danamon, Henry Ho dalam siaran persnya, Rabu (17/10/2012).
Pada akhir bulan September 2012, kredit Danamon mencapai Rp 113 triliun atau tumbuh 16% dibandingkan pada tahun lalu yang sebesar Rp 97 triliun. Pertumbuhan kredit yang positif ini didukung oleh pertumbuhan pada pembiayaan pada segmen mass market, yang mencakup kredit kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market), kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods), dan pembiayaan syariah beragunan emas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Segmen UKM merupakan mesin pertumbuhan berkelanjutan dan merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, sehingga menjadikan segmen ini sebagai bagian penting dari pertumbuhan kredit kami," kata Vera Eve Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Danamon.
Pada segmen pembiayaan kendaraan bermotor, pembiayaan otomotif Danamon melalui Adira Finance tumbuh sebesar 15% menjadi Rp 45 triliun atau 40% dari total portofolio kredit Danamon, dimana pembiayaan kendaraan beroda empat mencetak pertumbuhan sebesar 32%, sementara pembiayaan kendaraan beroda dua tumbuh sebesar 5%.
"Pertumbuhan kredit kami di sembilan bulan pertama 2012 juga disertai kualitas aset yang terjaga. Rasio Non-performing loans (NPL) turun menjadi 2,4% dari 2,9% pada akhir kuartal ketiga tahun 2011," kata Vera
Di sisi pendanaan, giro (current accounts) dan tabungan (saving accounts) tumbuh sebesar 16% dan 20% menjadi masing-masing Rp 13 triliun dan Rp 26 triliun, sehingga rasio current account and saving accounts (CASA) naik menjadi 44% dibandingkan 38% pada tahun lalu.
Sejalan dengan ini, rasio kredit terhadap pendanaan (Loan to Funding Ratio) berada pada posisi 89,3% dibandingkan posisi tahun lalu yaitu 86,9%, sementara rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio) untuk sembilan bulan pertama tahun 2012 berada pada posisi 103,5%.
LDR Danamon diimbangi oleh permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) konsolidasian yang naik menjadi 18,7% dibandingkan dengan 17,8% pada tahun lalu. Sementara itu, Standalone CAR naik menjadi 18,2% dari 16,5% pada tahun lalu.
(dru/ang)











































