"Target KPR kita Rp 25,5-Rp 26 triliun," kata Direktur Konsumer dan Ritel BNI, Darmadi Sutanto di kantornya, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Pada triwulan terakhir 2012, perseroan berusaha menggenjot pembiayaan baru. Salah satu caranya berpartisipasi dalam BNI-REI Expo, pameran perumahan yang terselenggara serempak di 20 kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tetap lakukan segala upaya untuk meningkatkan KPR, setelah dalam dua tahun terakhir KPR kita terus tumbuh sekitar 45%-50%," paparnya.
Meski bersemangat menambah portofolio, BNI juga berhati-hati dalam penyaluran kredit. "Kita atur concentration risk. Kredit biasanya 30% per building untuk apartemen. Kita tidak ingin seluruhnya," paparnya.
BNI selama ini memang agresif dalam pembiayaan KPR komersial. Meski partisipasi kredit program FLPP telah dilakukan perseroan, namun jumlahnya masih minim.
"Untuk FLPP kami akui belum berhasil. Karena target yang ditetapkan cukup agresif Rp 2 triliun, padahal kita masih perlu menyiapkan infrastruktur. Realisasi FLPP sampai saat ini kecil Rp 10 miliar," tegasnya.
(wep/dru)











































