PT Bank Mutiara Tbk mencatat perolehan laba sebesar Rp 145 miliar pada triwulan III-2012 atau merosot 49,3% dari periode yang sama di 2011 yang mencapai Rp 286 miliar.
Perolehan laba tahun lalu sebagian besar masih dikontribusi dari hasil restrukturisasi aset-aset bermasalah warisan pemilik lama. Sementara, perseroan menyatakan laba kuartal ketiga tahun ini murni bersumber dari bisnis perbankan, seperti pendapatan bunga dari penyaluran kredit maupun pendapatan non bunga.
"Laba yang bersumber dari kegiatan perbankan, seperti dari penyaluran kredit dan fee based income justru menunjukkan semakin sehatnya kinerja perseroan dan fungsi intermediasi perbankan yang telah berjalan dengan baik. Hal itu tak lepas dari makin tingginya tingkat kepercayaan nasabah dan mitra bisnis serta stakeholder lainnya terhadap Bank Mutiara," ujar Direktur Utama Bank Mutiara Maryono dalam siaran persnya, Jumat (19/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan DPK tersebut juga diikuti oleh pertumbuhan penyaluran kredit. Total kredit yang dikucurkan per akhir September 2012 mencapai Rp 10,5 triliun meningkat 16,6% dibanding akhir September 2011 sebesar Rp 9 triliun. Dalam meningkatkan akselerasi penyaluran kredit, Bank Mutiara bekerjasama dengan pengembang properti nasional, multifinance, koperasi, dan BPR, serta makin intensif dalam mengelola segmen bisnis UKM.
Tingginya penyaluran kredit tersebut tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross per 30 September 2012 sebesar 3,8% turun dibanding periode yang sama tahun lalu 8,07%. Sementara pendapatan bunga bersih per September 2012 mencapai Rp 278 miliar, tumbuh 96,8% dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp 141,2 miliar.
Pertumbuhan bisnis juga didukung struktur permodalan yang semakin kuat. Ekuitas Bank Mutiara per 30 September 2012 mencapai Rp 1,1 triliun, tumbuh 10,0% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 999,5 miliar.
Bank Mutiara berencana membuka 50 outlet untuk menyalurkan kredit mikro serta 10 outlet untuk priority banking. Selain itu, Bank Mutiara dalam waktu dekat akan memberikan layanan Debit Card bekerjasama dengan ATM PRIMA/BCA yang didukung 170.000 mesin EDC di 70.000 merchant jaringan BCA.
Bank Mutiara juga berencana membuka empat kantor cabang baru. Melalui pembukaan Kantor Cabang ini, manajemen Bank Mutiara optimistis pengelolaan dana masyarakat (DPK) perseroan pada akhir 2012, dapat mencapai Rp 12,6 triliun, tumbuh 12,5% dari total DPK tahun lalu sebesar Rp 11,2 triliun, dengan penyaluran kredit dapat mencapai Rp 11,5 triliun, tumbuh 22,35% dari total DPK tahun lalu sebesar Rp 9,4 triliun
"Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat dan dunia usaha kepada kami. Manajemen akan berupaya untuk terus menjaga kepercayaan stakeholders dengan mempertahankan kinerja yang berkualitas ini secara berkelanjutan," tutup Maryono.
(dru/hen)











































