PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memberikan layanan nonproduk perbankan pada bank-bank asal Jepang yang membawa nasabah korporasi mereka ke Indonesia.
Layanan tersebut antara lain dilakukan BNI dengan membawa sekitar delapan perusahaan kecil dan menengah asal Jepang yang juga nasabah dari sebuah Bank Koperasi (di Indonesia sejenis Bank Perkreditan Rakyat/ BPR) Okazaki Shinkin Bank ke kawasan industri EJIP di Cikarang dan Kawasan Industri KIIC di kawasan industri Karawang.
General Manager BNI Tokyo Branch Gatoet Bembiro Noegroho mengatakan perusahaan Jepang berskala kecil dan menengah (UKM) tengah berlomba-lomba mencari lokasi untuk mengembangkan basis produksi mereka di Indonesia, terutama UKM yang memproduksi suku cadang otomotif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan demikian, UKM-UKM asal Jepang itu harus sudah mengembangkan usahanya sebelum 2015. BNI memfasilitasi keinginan mereka yang ingin mencari tempat investasi tersebut dengan pendampingan tentang perijinan, perpajakan, hingga prosedur penanaman modal di Indonesia. Jadi BNI bukan hanya menyediakan produk perbankan, melainkan juga produk non-perbankan," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (23/10/2012).
Saat ini, BNI sudah mengikat perjanjian kerjasama dengan sekitar 39 Bank Regional (seperti Bank Pembangunan Daerah/ BPD di Indonesia) dan satu Shinkin Bank (Bank Koperasi). Okazaki Shinkin Bank adalah Shinkin Bank terbesar ketiga di Jepang dengan nilai aset sebesar Rp 308 triliun.
Bank yang skema kepemilikannya berdasarkan keanggotaan ini mencatatkan nilai kredit 1,4 triliun yen atau sekitar Rp 168 triliun. Saat ini, ada 25 nasabah Okazaki Shinkin Bank yang sudah beroperasi di Indonesia. Adapun 27 nasabah lainnya masih beroperasi di Jepang, namun berpotensi besar merelokasi usahanya ke Indonesia.
“Kunjungan kami kali ini ditujukan selain ke dua pabrik nasabah kami, yakni Sansyu dan AAI, juga ke pabrik Toyota di Karawang. Ini kunjungan yang bermanfaat bagi peserta,” ungkap President Okazaki Shinkin Bank Ichiro Ohbayashi.
Ohbayashi menuturkan, untuk memudahkan ekspansi para nasabah korporasinya di Indonesia, pihaknya bekerjasama dengan BNI. Dengan harapan, transaksi perbankan dapat dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, melalui 1.851 outlet milik BNI.
"Kami pilih BNI karena kantor cabangnya banyak, kami sudah bertemu sejak 1991, dan BNI merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia. Kami harap, aktivitas nasabah bisa diteruskan di Indonesia, dan operasional BNI di Jepang pun terbantu," ungkapnya.
Menurut Ohbayashi, nilai investasi rata-rata nasabahnya yang berskala UKM adalah sekitar Rp 120 miliar per perusahaan. Dengan demikian, potensi investasi nasabah Okazaki Shinkin Bank yang masuk ke Indonesia bisa mencapai Rp 3,24 triliun, yakni dari 27 nasabahnya yang masih beroperasi di Jepang dikalikan rata-rata investasinya.
"Perusahaan UKM yang menjadi nasabah kami itu rata-rata merupakan pemasok dari perusahaan raksasa seperti Toyota, Nissan, Honda, Denzo, Bosch," ujar Ohbayashi. (dru/dnl)











































