PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank Jabar) berhasil meraup laba bersih Rp 945,5 miliar pada triwulan III-2012 atau naik 19% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2011 yang sebesar Rp 794,7 miliar.
Sementara laba bersih per saham mengalami kenaikan menjadi Rp 97,50 di triwulan III-2012 dari Rp 81,96 pada triwulan III-2011.
Seperti dikutip Kamis (25/10/2012) dari publikasi laporan keuangan perseroan yang ditandatangani Direktur Utama Bank Jabar, Bien Subiantoro, laba tersebut ditopang dari pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 2,85 triliun selama periode triwulan III-2012 atau tumbuh lebih besar dibandingkan pada triwulan III-2011 yang hanya sebesar Rp 2,16 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit perseroan juga mengalami pertumbuhan cukup besar dari Rp 26,9 triliun di triwulan III-2011 menjadi Rp 32,79 triliun di triwulan III-2012. Total aset perseroan juga mengalami peningkatan dari Rp 52,1 triliun di triwulan III-2011 menjadi Rp 65,1 triliun di triwulan III-2012.
Meskipun kredit terus mengalami pertumbuhan, Bank Jabar mampu mengerem rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) dari 0,77% di triwulan III-2011 menjadi 0,53% di triwulan III-2012.
Dalam publikasi laporan keuangan tersebut, Bank Jabar menyampaikan tingkat suku bunga dasar kredit (SBDK). SBDK yang disampaikan yakni segmen kredit korporasi, kredit ritel, KPR dan Non KPR masing-masing 9.27% , 11,06% , 8,35% dan 10,73%. (dru/dnl)











































