Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono menjelaskan rumusan cetak biru perbankan ini akan disusun secara bersama dengan para pemangku kepentingan di industri perbankan seperti Bank indoensia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Dengan cetak biru kita berharap ini akan menjadi semacam penggugah antara BI, OJK dan pelaku industri dan sektor riil, untuk duduk bersama untuk susun cetak biru, ini juga sebagai pemikiran Perbanas yang nantinya bisa di manfaatkan untuk penyusunan cetak biru," kata Sigit di Gedung Perbanas Jakarta, Senin (29/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"API diluncurkan sejak tahun 2004, tapi sayangnya pemikiran pada cetak biru tidak bisa diimplementasi dan apakah akan tetap seperti ini," ujarnya.
Selain itu, pada cetak biru yang akan diusulkan tersebut, Perbanas akan membahas masalah permodalan perbankan Indonesia. Tambah Sigit, hal ini sangat penting dibahas karena menyangkut persoalan persyaratan bank dalam skala internasional.
"Terutama soal permodalan, kita tahu modal penting, tapi harus ada solusi yang adil untuk bank yang ada sekarang ini," jelasnya.
Selain permodalan, Sigit menambahkan, masalah lain yang akan dicermati dalam cetak biru Perbanas adalah efisiensi industri perbankan.
"Program ini untuk membangun perbankan yang kokoh dan sehat dan sesuai dengan falsafah kesimbangan, negeri ini beragam dan penyegaran secara geografis sehingga kedepan, harus seimbang antara bank kecil dan besar," tambahnya
Masalah lain yang menjadi perhatian Perbanas adalah masalah kepemilikan perbankan di Indonesia.
"Harus seimbangan antara bank nasional dan asing, kita juga harus adil, jangan harus memberikan kontribusi di luar mencari keuntungan," pungkasnya.
(feb/ang)











































