Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/10/2012) mengatakan, pertumbuhan laba didukung oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 14,2 triliun. Pendapatan bunga bersih naik 15,1% dari periode lalu.
Pendapatan operasional lainnya meningkat menjadi Rp 5,6 triliun di triwulan III-2012, dengan dukungan pertumbuhan yang kuat dari pendapatan provisi dan komisi lainnya sebesar 16,9%, menjadi Rp 3,9 triliun. Sementara rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 14,8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komposisi kredit segmen korporasi, komersial & UKM dan konsumer masing-masing adalah sebesar 33,2%, 39,3%, dan 27,5% dari total portofolio kredit. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) menjadi 65,7%.
Kredit konsumer naik signifikan seiring meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah dan rendahnya tingkat suku bunga perbankan. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 69,3% menjadi Rp 40,4 triliun, sedangkan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) tumbuh 22,0% menjadi Rp 19,3 triliun. Sementara itu, outstanding kartu kredit meningkat 30,1% YoY menjadi Rp 5,7 triliun.
Kredit korporasi juga mengalami peningkatan 27,2% menjadi Rp 78,9 triliun dan kredit komersial dan UKM meningkat 33% Rp 93,4 triliun. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) 0,4% dengan rasio cadangan lebih dari 380% terhadap total NPL.
Jumlah saldo tabungan nasabah di BCA hingga triwulan III-2012 naik 21,5% menjadi Rp 198,4 triliun, saldo giro naik 21,6% menjadi Rp 86,1 triliun, serta deposito tercatat Rp 73,4 triliun, meningkat 9,1%. Sehingga total dana pihak ketiga BCA tumbuh 18,8% menjadi Rp 357,8 triliun per September 2012.
(wep/dnl)











































