BRI Cetak Laba Rp 13 Triliun, Tumbuh 25%

Triwulan III-2012

BRI Cetak Laba Rp 13 Triliun, Tumbuh 25%

Herdaru Purnomo - detikFinance
Rabu, 31 Okt 2012 11:55 WIB
BRI Cetak Laba Rp 13 Triliun, Tumbuh 25%
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat perolehan laba bersih pada triwulan III-2012 sebesar Rp 13 triliun atau naik 25% dibandingkan triwulan III-2011 yang hanya sebesar Rp 10,4 triliun. Perolehan laba ini ditopang dari pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 25,9 triliun per 30 September 2012 sedikit lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 25,6 triliun.

Demikian laporan keuangan perseroan yang dikutip detikFinance, Rabu (31/10/2012). Dalam laporan tersebut, laba bersih per saham secara konsolidasi BRI mencapai Rp 549,08 lebih tinggi dari periode sebelumnya tahun 2011 yang sebesar Rp 434,9.

Namun seiring peningkatan laba, BRI mencatatkan beban operasional yang masih tinggi. Per September 2012, beban operasional BRI tercatat Rp 10,4 triliun. Laba operasional BRI tercatat Rp 15,5 triliun per 30 September 2012 lebih tinggi dari 30 September 2011 yang sebesar Rp 12,5 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BRI berhasil menyalurkan kredit Rp 318 triliun di 30 September 2012 atau lebih tinggi dibandingkan pada 30 September 2011 yang hanya Rp 283 triliun. Total aset BRI tercatat Rp 469 triliun.

Rasio kredit macet (NPL) nett BRI tercatat mengalami penurunan per 30 September 2012, menjadi sebesar 0,54% dibandingkan pada 30 September 2011 yang sebesar 0,73%. BRI masih mencatatkan margin bunga bersih (NIM) yang cukup tinggi di posisi 8,43% di September 2012, namun masih lebih baik dibandingkan tahun lalu yang sebesar 10,04%.

Pada laporan keuangan perseroan tersebut, diinformasikan jika BRI telah mengubah nama anak usahanya yakni PT Bank Agroniaga Tbk menjadi PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk.

"BRI Agro hadir sebagai anak perusahaan BRI yang merupakan pemegang saham pengendali," jelas laporan tersebut. BRI Agro berhasil mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp 22,25 miliar pada September 2012.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads