Demikian disampaikan Kepala Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan di sela-sela Seminar Perbanas "Kongres XVIII Tahun 2012βKrisis Global: Peluang dan Tantangan Perbankan Nasioal ke Depan" di Jakarta, Rabu (31/10/2012)
"Ada perlambatan pertumbuhan kredit, sekitar 20% secara total industri," kata Anton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton mencontohkan, kebijakan pelarangan ekspor mineral tambang dari Kementerian ESDM mempengaruhi permintaan kredit korporasi. Ini juga menjalar pada industri turunan seperti alat berat.
"Kebijakan ekspor tambang, membuat perusahaan mengerem. Heavy equipment, seperti UT (United Tractor) dan Caterpilar ikutan," tambahnya.
Pada bagian lain, ia menyarankan BI untuk memperketat aturan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Jika tidak bisa berakibat pada overheating di industri. KTA harus diatur seperti halnya aturan DP kredit perumahan dan kendaraan bermotor.
"KTA harusnya juga dijaga agar jangan overheating. Harusnya KTA itu untuk profesional saja. Itu unsecured. KTA itu besar," tegas Anton.
LTV pada pembiayaan perumahan dan KKB dinilainya sudah tepat. Ini berhasil menekan laju kredit konsumsi yang berpotensi menjadi bubble.
(wep/dru)











































