"Agar produk-produk UKM kita ini bisa bertahan dan bersaing terutama dengan barang impor, salah satunya turunkan bunga KUR di bawah 10%," kata Ketua Bidang UKM Perempuan Pengusaha, Perempuan Pekerja Jender dan Urusan Sosial, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nina Tursinah ketika ditemui di acara 'Cara jitu dan tip-trik menuju UKM Berproduktivitas Tinggi Untuk Mencapai Sukses Milik Bersama' di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Nina mengatakan, saat ini bunga KUR masih berada di antara 16-20%, ini tentunya masih sangat terbilang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pelaku UKM berharap pemerintah bisa memperbaiki dan meningkatkan pembangunan infrastruktur. Pasalnya pelaku UKM di daerah masih banyak mendapatkan bahan baku dari luar daerah, dan karena masih banyak infrastruktur yang belum terbangun membuat biaya transportasi angkutan barang menjadi tinggi.
"Ini yang membuat produk-produk UKM kita sedikit kalah bersaing dengan produk impor dari segi harga karena masih tingginya biaya transportasi," katanya.
Ini belum lagi rencana pemerintah menaikkan tarif listrik dan upah minimum tahun depan.
"Ya tentunya ini akan menambah biaya produksi, kalau harus bersaing dengan banjirnya produk impor dengan jenis yang sama, ya kita pasrah saja, antara terus lanjut tetapi rugi, mending ditutup usahanya dan jadi pedagang saja, dagangnya pun barang-barang impor," tutupnya.
(rrd/dnl)











































