Gubernur BI: Penguatan Rupiah Bukan Karena Intervensi
Rabu, 15 Sep 2004 10:26 WIB
Jakarta - Gubernur BI Burhanuddin Abdullah menegaskan, penguatan Rupiah akhir-akhir ini bukan disebabkan karena adanya intervensi dari BI. Menurutnya, penguatan itu menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan pasar disamping juga adanya ekspektasi positif terhadap pelaksanaan pemilu. "Tidak ada yang perlu ditolong, semuanya berjalan dengan baik," tegas Burhan disela-sela debat ekonomi yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di JCC, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (15/9/2004).Menurut Burhan, pelaku pasar memberi respon yang sangat positif terhadap pelaksanaan pilpres tahap II sehingga nilai tukar Rupiah terus menguat. "Saya kira bank-bank dalam posisi long position dan menunjukkan ekspektasi pemilu akan baik sehingga mereka menjual dolarnya," katanya. Burhan juga menjelaskan, ke depan BI akan terus menjaga stabilitas moneter agar tidak terlalu bergejolak termasuk menjaga agar inflasi terkendali terutama agar harga-harga tidak melambung. "Jadi BI tetap komitmen untuk menjaga Rupiah dengan operasi pasar yang ada. Dimana-mana sudah standar, tidak perlu berpikiran melakukan terobosan-terobosan, asalkah dilakukan secara konsisten, operasi pasar itu akan ampuh," ujarnya.
(qom/)











































