Penerbitan ini merupakan kelanjutan atau Tahap II dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Bank BII dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII. Penerbitan Obligasi Tahap I sendiri dilakukan pada Desember 2011 lalu.
Β
Dalam proses bookbuilding, BII menerima permintaan sejumlah total Rp 4 triliun untuk kedua Obligasi tersebut dari jumlah awal yang ditawarkan untuk masing-masing Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2012 sebesar Rp 1 triliun dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2012 sebesar Rp500 miliar.
Obligasi yang diterbitkan terdiri dari Obligasi Seri A berjangka waktu 3 (tiga) tahun dan Obligasi Seri B berjangka waktu 5 (lima) tahun. Jumlah Obligasi Seri A yang diterbitkan sebesar Rp 980 miliar dengan bunga 7,6% per tahun, sedangkan jumlah Obligasi Seri B yang diterbitkan sebesar Rp1.020 miliar dengan bunga 8.0% per tahun.
Obligasi Subordinasi yang memiliki jangka waktu 7 (tujuh) tahun diterbitkan sebesar total Rp1 triliun dengan bunga 9.25% per tahun. Bunga untuk kedua jenis Obligasi ini akan dibayarkan setiap triwulan.
Presiden Direktur BII, Datoβ Khairussaleh Ramli mengatakan Penerbitan Obligasi dan Obligasi Subordinasi akan memperkuat struktur pendanaan jangka panjang dan permodalan Bank mengingat Obligasi Subordinasi akan diperhitungkan sebagai modal Tier 2 yang masih menunggu persetujuan Bank Indonesia.
"Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan Obligasi ini lebih jauh akan mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan Bank," kata Dato' dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/11/2012).
Obligasi memiliki peringkat AAA(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) dan (id) AA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), sementara Obligasi Subordinasi memiliki peringkat AA dari Fitch dan Pefindo.
Keberhasilan proses penerbitan Obligasi juga didukung oleh Joint Lead Underwriters yang terdiri dari PT Bahana Securities, PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities dan PT Kim Eng Securities (anak perusahaan Maybank). Kedua Obligasi ini telah tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 1 November 2012.
(/)











































