Perolehan laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan margin dan bagi hasil. Pendapatan margin dan bagi hasil BSM sampai dengan September 2012 mencapai Rp 3,48 triliun, naik 23,84% dibandingkan pendapatan margin dan bagi hasil sampai dengan September 2011 sebesar Rp 2,81triliun.
“Mudah-mudahan dengan dukungan seluruh masyarakat dan stakeholders yang semakin baik, BSM terus menunjukkan kinerja yang semakin baik untuk menjadi bank kebanggaan kita semua, bangsa Indonesia tercinta,” ujar Direktur Utama BSM Yuslam Fauzi dalam siaran persnya, Kamis (8/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi aset BSM per September 2012 sebesar Rp 51,2 triliun (unaudited). Nilai tersebut, naik 17,67% dibandingkan aset BSM per September 2011 sebesar Rp 43,51triliun. Peningkatan aset itu ditopang meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK BSM per September 2012 Rp 44,54 triliun, naik 16,32%, dibandingkan DPK per September 2011 sebesar Rp 38,29 triliun.
BSM terus fokus pada sektor UMKM. Per September 2012, porsi pembiayaan UMKM (nonkorporasi) 73,93% dan sisanya atau 26,07% untuk porsi pembiayaan korporasi .
Dari sisi rasio keuangan seperti Rasio Kecukupan Modal (CAR) tercatat mengalami kenaikan dari 11,06% di triwulan III-2011 menjadi 13,15% di triwulan III-2012. Rasio pembiayaan terhadap pendanaan alias FDR juga tumbuh dari 89,86% di triwulan III-2011 menjadi 93,90% di triwulan III-2012.
Rasio kredit bermasalah (NPF) BSM sedikit mengalami peningkatan dari 1,26% menjadi 1,55% di triwulan III-2012. Sementara margin bersih perseroan tercatat 7% di triwulan III-2012.
(dru/ang)











































