Nilai kredit sindikasi enam bank dengan Krakatau Steel (KS) ini mencapai Rp 2, 275 triliun plus US$ 200 juta. Kredit ini diberikan dalam dua kelompok penyaluran, yakni pertama, kredit Commercial Facility sebesar Rp 2,275 triliun yang bersumber dari BNI, Bank Mandiri, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Fasilitas ini sudah ditandatangani pada 15 Mei 2012 di Jakarta. Kedua, kelompok fasilitas kredit Sinosure senilai US$ 200 juta yang berasal dari sindikasi tiga bank asing, yakni ICBC, HSBC dan CDB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam siaran persnya, Minggu (11/11/2012), proyek pembangunan pabrik Blast Furnace Complex ini diharapkan akan menambah kapasitas produksi KS sebesar 1,2 juta ton hot metal per tahun. Dalam sindikasi ini, BNI memberikan fasilitas pembiayaan setara USD 100 juta dengan sub limit fasilitas L/C sebesar ekuivalen USD 50 juta. BNI bergabung dengan Bank Mandiri dan BRI sebagai anggota sindikasi serta bersama-sama bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arranger (MLA). Khusus BNI, selain menjadi MLA, juga bertindak sebagai Agen Fasilitas.
Penandatanganan perjanjian fasiltas kredit ini akan dilakukan oleh Direktur Bussines Banking BNI Khrisna Suparto, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Mok, Direktur Kelembagaan dan BUMN BRI Asmawi Syam, Direktur Utama KS Irfan Kamal Hakim, dan para kreditur sindikasi fasilitas Sinosure.
Kredit BNI ke Krakatau Steel telah mencapai Rp 6,551 triliun. Dengan ditandatangani kredit untuk proyek pembangunan pabrik Blast Furnace Complex ini, BNI telah menyalurkan fasilitas kredit pembiayaan kepada Kelompok Krakatau Steel Group sebesar Rp 6,6 triliun.
(dru/nia)











































