Direktur Utama Bakrie Life, Timoer Sutanto menjelaskan penjualan tanah tersebut masih dalam proses. Aset tanah tersebut diserahkan oleh Bakrie Capital Indonesia sebagai pemegang saham untuk melunasi kewajiban kepada para nasabah.
"Tanah sudah kami dapatkan. Masih proses belum bisa saya kabarkan," ungkap Timoer kepada detikFinance, Rabu (14/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya dilakukan untuk pemberesan nasabah," tuturnya.
Seperti diberitakan, kasus gagal bayar produk Diamond Investa milik PT Asuransi Jiwa Bakrie sudah berlangsung sejak akhir 2008 hingga kini perusahaan milik keluarga Bakrie tersebut belum melunasi dana para nasabahnya. Bakrie Life baru melunasi dana pokok nasabah kurang lebih hanya 15%, total utang Bakrie Life tercatat Rp 360 miliar.
Bakrie Life memang hanya mengumbar janji-janji palsunya. Dana pokok nasabah Diamond Investa yang direncanakan dicicil 25% per tahun tidak juga dibayar padahal sudah memasuki 2012.
Selama 2011 berarti Bakrie Life tidak mencicil sama sekali.Bakrie Life baru membayar 2,5 kali dana pokok yaitu Maret 2010, Juni 2010, dan September 2010. Total sisa cicilan pokok dan bunga Diamond Investa Bakrie Life yang belum dibayar yaitu per September 2010 sampai dengan Januari 2012.
(dru/dnl)











































