"Bila negara maju mengawali dekade awal milenium baru ini dengan era emas dan menutupnya dengan mendung, sebaliknya yang terjadi dengan kita di Indonesia. Kita memasuki dekade awal milenium baru dengan masa-masa sulit program stabilisasi ekonomi paska krisis 1997/1998," kata Darmin.
"Namun, kita mengakhirinya dengan masa-masa transisi sebuah perekonomian yang sudah berhasil masuk ke dalam kategori negara berpenghasilan menengah (middle income country)," imbuhnya seperti dikutip dalam pidato pertemuan industri perbankan 2012, Minggu (25/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ekonomi kita terus tumbuh dengan stabilitas yang tetap terpelihara, bukan tidak mungkin dalam waktu yang tidak lama lagi Indonesia akan menjadi negara berpenghasilan menengah atas (upper middle income) dengan pendapatan per kapita menembus US$ 4.000," terang Darmin.
Darmin memandang, Indonesia telah menutup dekade awal milenium baru dengan fenomena berkembangnya kelompok masyarakat yang sudah memasuki taraf kehidupan yang lebih wajar, yang kerap disebut kelompok kelas menengah.
Saat ini dan ke depan kelompok baru ini merupakan kekuatan transisional yang akan memengaruhi segala sendi kehidupan kita, baik politik, ekonomi, sosial, maupun budaya.
"Kita bisa berharap, dengan pesatnya peningkatan penduduk usia produktif maka berkembangnya kelas menengah akan terus terjadi setidaknya hingga 20 tahun ke depan," tutup Darmin.
(dru/nia)











































