"Kita mau mengambil dari pasar rentenir. Rentenir itu bunganya "murah". Mereka tanpa agunan tapi kalau nggak bayar itu digebukin," ungkap Direktur Utama PT PNM, Parman Nataatmaja saat ditemui di Bandung, Minggu (25/11/12).
Meski demikian, Parman masih merahasiakan langkah yang akan dilakukan untuk mengembangkan program tersebut. Hanya saja, dia meyakini dengan program ini, bisa menggeser dan mengambil alih nasabah dari para rentenir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu juga Parman menyebutkan, perseroan akan memperluas unit bisnisnya dengan terus memberi permodalan kepada IKM yang belum mendapat modal dari bank. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), masih ada sekitar 79% IKM dari total 54 juta yang belum terjamah oleh pembiayaan bank.
"Tapi setelah kita olah itu ada 65%. ULaMM belum bisa mencapai semuanya. Butuh pengembangan, dan pengembangan itu butuh Capex (capital expenditure) atau modal belanja," tuturnya.
Targetnya, lanjut Parman, persentase perusahaan dalam memberi pembiayaan modal akan meningkat tahun depan hingga 95%. Tahun ini, ULaMM telah berkontribusi sebesar 88%.
"Tahun depan kita akan naik lagi, paling tidak maksimal kontribusinya sampai 95%," pungkasnya.
(zlf/nia)











































