PT Bank Jatim Tbk (BJTM), BPD yang baru saja mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia mencatat pertumbuhan kredit 16,87%, menjadi Rp 18,837 triliun dalam 10 bulan pertama 2012, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Corporate Secretary Bank Jatim Revi Adiana Isilawati dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Minggu (2/12/2012), menjelaskan penyaluran kredit ini lebih berfokus pada bidang konsumer. Tercatat kredit konsumer mengambil 60,46% dari total portofolio pembiayaan BJTM, atau sekitar Rp 10,75 triliun.
Perseroan memang membuka luas segmen ini, khususnya pada kredit multiguna, kredit pembiayaan perumahan, dan kredit konsumer lainnya. Penetrasi kredit ini pun tidak lepas dari penambahan PNS di Jawa Timur yang mencapai 14% hingga akhir 2011, dan kembali naik 4% pada periode Januari-Juni 2012, dan masuk dalam pengelompokan kredit multiguna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasabah kredit multiguna per triwulan III-2012 tercatat 245.935. Jumlah ini kembali meningkat menjadi 247.371 di 31 Oktober 2012, dan 249.255 pada 27 November 2012.
Selain konsumer, perseroan juga masih mengandalkan dua kredit lainnya yaitu komersil dan UMKM. Khusus kredit UMKM mengambil bagian 18,43% dari total kredit.
"Namun YoY presentase kenaikan pada masing-masing skim tertinggi diberikan oleh skim kredit UMKM yang naik 28,64% dari periode tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Bank Jatim masih tetap berkomitmen untuk memberdayakan UMKM," tuturnya.
Pada bagian lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BJTM juga naik 21,79% menjadi Rp 25,77 triliun dengan pembagian; simpanan giro pemerintah Rp 7,518 triliun, giro umum Rp 2,73 triliun, TabunganKu Rp 355,1 miliar, Tabungan Simpeda Rp 6,48 triliun, Tabungan Haji Rp 149,92 miliar, serta Deposito Rp 8,31 triliun.
"Hal ini menunjukkan bahwa DPK Bank Jatim didominasi oleh pengumpulan dana murah atau proporsi giro dan tabungan terhadap total DPK (CASA ratio) yaitu 67,75%," ucapnya.
Prestasi yang diraih pada kredit dan DPK, diikuti oleh pendapatan bunga bersih BJTM yang naik 2,2%. Sedangkan pendapatan operasional selain bunga tumbuh 43,38% menjadi Rp 290 miliar. Kenaikan fee based income terbesar ada pada pos pendapatan lainnya dari Rp 53,8 miliar di Oktober 2011 menjadi Rp 145,5 miliar di Oktober 2012.
"Kemudian diikuti kenaikan komisi atau provisi kredit yang naik dari Rp 50,5 miliar (Oktober 2011) menjadi Rp 66 miliar (Oktober 2012) atau naik Rp 15,5 miliar," ucapnya.
"Per Oktober 2012, Bank Jatim berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 801,4 miliar dari bulan September sebesar Rp 683,9 miliar," imbuhnya.










































