Bank BJB berencana untuk menambah modal intinya dalam rangka naik ke buku tiga alias kelompok bank dengan modal inti Rp 5 triliun – Rp 30 triliun. Perseroan berniat menerbitkan saham baru (rights issue), atau bentuk penambahan permodalan lain seperti obligasi subordinasi (sub debt).
Menurut Direktur BJBR Entis Kushendar, penambahan modal inti berkisar Rp 400 miliar. Kajian tengah dilakukan manajemen, saraya berkonsultasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
“Kami sedang mengkaji menambah modal inti sekitar Rp 400 miliar, supaya bisa masuk buku tiga. Di samping menggenjot bisnis,” ujar Entis dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/12/2012).
Saat ini perseroan tercatat memiliki modal inti Rp 4,7 triliun, atau masuk kategori buku dua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BJBR per Oktober 2012 berada pada level 19%. Dengan pertumbuhan bisnis sekitar 26% per tahun, CAR perseroan pada tahun 2015 masih di kisaran 12%.
Kinerja perusahaan juga terjaga. Hingga Oktober kredit yang disalurkan BJBR sebesar Rp 32,8 triliun, naik 26,8% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara dana pihak ketiga (DPK) juga naik 35,3% menjadi Rp 51,4 triliun pada periode yang sama.
"Kinerja baik ini mendorong realisasi laba perseroan tembus Rp 1,02 triliun (setelah pajak) atau tumbuh 14,2% hingga Oktober 2012," tambahnya. Diperkirakan, penyaluran kredit hingga akhir tahun nanti mencapai Rp 35,7 triliun.
(wep/aca)











































