BI: Bank Pembangunan Daerah Masih Banyak Kelemahan

BI: Bank Pembangunan Daerah Masih Banyak Kelemahan

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 03 Des 2012 11:17 WIB
BI: Bank Pembangunan Daerah Masih Banyak Kelemahan
Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah melakukan penilaian terhadap kinerja 26 Bank Pembangunan Daerah (BPD). Dari penilaian yang dilakukan setelah diselenggarakannya program BPD Regional Champion dua tahun lalu, menghasilkan berbagai kesimpulan.

Gubernur BI Darmin Nasution menjelaskan, masih terdapat berbagai kelemahan yang ada di BPD saat ini dan perlu pembenahan agar bisa menjadi jawara di daerahnya.

"Indikator dari pilar BPD Regional Champion, saya lihat masih banyak pencapaian yang kurang menggembirakan," tutur Darmin di seminar BPD di Gedung Kebon Sirih Kantor Pusat BI Jakarta, Senin (3/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin mengatakan, rasio aset BPD terhadap total aset perbankan nasional tercatat baru 9,62%. Sedangkan dari sisi kredit sebesar 8,47% dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11,14%.

"Untuk target modal inti Rp 1 triliun, baru dapat dicapai oleh 10 BPD. CAR (rasio kecukupan modal) 15%, hanya dipenuhi oleh 17 BPD, lumayan lah lebih dari setengah," ungkapnya.

Untuk return on asset (ROA) yang bernilai 2,5%, baru 21 BPD yang dapat memenuhi. Sementara dari sisi rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) senilai 75%, baru dipenuhi oleh 17 BPD. Net Interest Margin (NIM) maksimal 5,5%, baru dipenuhi oleh 3 BPD.

Hasil pengamatan bank sentral juga menunjukkan, BPD belum mampu untuk memenuhi seluruh target, utamanya dari sisi marjin bunga bersih (NIM).

"Jadi profit tinggi, tapi NIM juga tinggi. Nah ini perlu banyak taktik. Tidak mungkin ini dipertahankan terus. Lalu kalau modal belum mencapai yang disepakati (Rp1 triliun), tolong gubernur daerahnya memerhatikan. Jadi modal bisa dipenuhi. Ini bisa berbuat banyak," tutup Darmin.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads