Hal tersebut diungkapkan Kepala Eksekutif LPS, Mirza Adityaswara kepada detikFinance di sela-sela seminar internasional stabilitas keuangan di The Westin Hotel di Nusa Dua Bali, Kamis (6/12/2012)
"Awal tahun, belum tanggalnya tapi Januari atau Februari. Awal Juli 2013 nanti baru mereka memasukkan, niat 6 bulan membuka minat baru," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi hasil 2 kali kemarin yang menyampaikan minat menjadi investor di Mutiara, syarat beli bank kan berat. Apalagi ada aturan BI yang baru," tambahnya.
Untuk penawaran tahun 2013, Bank Mutiara tetap akan dibandrol seharga Rp 6,7 triliun meskipun nilai buku perusahaan saat ini sebesar Rp 1,1 triliun.
"UU LPS, sampai tahun kelima dijual Rp 6,7 triliun setelah tahun ke 6 baru boleh harga pasar," tambahnya.
Terkait kurang berhasilnya proses penjualan atau penawaran Bank Mutiara sebelumnya, Mirza menjelaskan banyak hal menjadi penyebab. Diantaranya, persyaratan membeli sebuah bank relatif ketat sehingga menuntut investor yang prudent.
"Membeli bank berbeda syarat dengan membeli pabrik biasa, perlu investor yang memiliki kemampuan uang untuk membayar dan harus investor yang prudent, nanti bank bermasalah lagi. Tidak memenuhi syarat kebanyakan persuhaan nominee, semacam broker bukan pembeli langsung," pungkasnya.
(feb/dru)











































