Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) saat ini tengah menyiapkan kajian redenominasi rupiah atau penyederhanaan nilai rupiah dari Rp 1.000 menjadi Rp 1 yang bakal terjadi di 2017. Apa sih manfaatnya?
Peneliti P2E Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Maxensius Tri Sambodo mengatakan, rencana redenominasi dengan menyederhanakan 3 nol dalam mata uang rupiah bertujuan untuk efisiensi transaksi keuangan.
"Manfaatnya buat efisiensi transaksi, kalau belanja bawa uang Rp 1 juta repot juga, walaupun ada kartu kredit. Jadi secara psikologis rupiah nilainya agak berbeda, nggak seperti uang murahan gitu, tapi kalau kita bawa yen kan cukup simpel, jadi secara psikologis untuk itu," tutur Maxensius di Gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada yang berpendapat, sebaiknya redenominasi dilakukan apabila inflasi sedang tinggi, sementara sekarang inflasi Indonesia cukup terkendali. "Tapi di sisi lain saya ruwet juga, karena di APBD, nolnya banyak sekali. Itu juga repot dan mempengaruhi ketelitian dan menghitung, jadi ada perlunya juga," jelas Manxensius.
Manxensius mengingatkan, yang terpenting dalam redenominasi adalah sosialisasi ke masyarakat. Menteri Keuangan Agus Martowardojo sebelumnya menyatakan, dirinya siap untuk melakukan sosialisasi redenominasi hingga ke pelosok daerah.
Meski begitu, Manxesius menyatakan, pemerintah juga masih menunggu persetujuan DPR yang akan membahas RUU Redenominasi mulai tahun depan.
"Paling tidak dilihat dulu kesiapan pemerintah. BI sedang pilot-pilot project. Kita lihat respons masyarakat, kalau masyarakat bisa menerima, kita bisa segera dilakukan," cetus Manxensius.
Perlu diketahui, redenominasi adalah mengurangi digit (angka nol) di belakang mata uang tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1 untuk menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih kecil. Dengan penyederhanaan itu maka hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang dan proses ini tidak mengubah daya beli masyarakat.
Rencananya, pembahasan RUU Redenominasi Mata Uang tersebut akan dilakukan pada Mei 2013 mendatang.
(/)











































