Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1, Perbankan Perlu Investasi Besar

Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1, Perbankan Perlu Investasi Besar

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 18 Des 2012 15:35 WIB
Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1, Perbankan Perlu Investasi Besar
Jakarta - Pemerintah sudah memasukkan agenda redenominasi alias penyederhanaan rupiah dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas 2013) untuk diundang-undangkan. Namun beberapa kalangan menilai prosesnya cukup sulit apalagi transisi yang harus dilakukan industri perbankan.

Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti menilai masa transisi redenominasi bagi industri bank perlu dana investasi yang vukup besar.

"Masa transisi redenominasi nanti bagi bank-bank juga harus melakukan investasi, katakanlah kita harus invest lagi dari IT, invest lagi penyediaan ATM-ATM, karena masa transisi minimal 3 tahun diperlukan adanya 2 ATM, satu ATM berisi uang besar ATM satunya berisi uang kecil (redenominasi)," kata Destry ketika ditemui di Graha CIMB Niaga, Selasa (18/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Destry , tidak hanya ATM saja, bank juga harus investasi lagi untuk penyediaan both-both yang dalam memudahkan masyarakat mendapatkan uang redenominasi.

"Kita perlu juga investasi menambah both-both dimanapun agar orang gampang capai atau cari uang kecil itu," kata Destry.

Pasalnya kata Destry, jika hal tersebut tidak dilakukan maka orang akan males memegang uang redenominasi.

"Ini juga terutama harus dijaga suplai uangnya, jika tidak seimbang maka akan menimbulkan kesusahan, dari pada pakai uang baru susah dapatnya, mendingan pake uang yang lama saja, kalau begini tujuan tidak tercapai," ujarnya.

Menurut Destry, apalagi sejumlah pekerjaan sampai saat ini belum terselesaikan seperti baru kemarin trading time di pasar modal diubah.

"Kemarin baru saja trading time pasar bursa diubah dari 09.30 WIB menjadi 08.45 WIB, belum lagi rencana penyamaan waktu yang mau dilakukan, perbankan juga lagi menyesuaikan diri dan melakukan berbagai kajian. Ini juga terkait manajemen resiko yang juga nanti menimbulkan ketidakpastian," jelasnya.

Dikatakan Destry, jika melihat beberapa kendala tersebut, dirinya menyarankan agar redenominasi ini tidak dilakukan dalam beberapa tahun kedapan.

"Karena lebih baik investasinya buat kita ekspansi saja, apalagi kita punya problem financial deepening yang masih melambat, apalagi perbankan juga mengeluarkan aturan baru masalah permodalan, banyak sekali PR kita, jadi timing redenominasi kurang tepat walau redonominasi baik," tandasnya.

(rrd/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads