Defisit ABPN 2005 Membengkak Rp 500 M

Defisit ABPN 2005 Membengkak Rp 500 M

- detikFinance
Rabu, 22 Sep 2004 20:04 WIB
Jakarta - Meski persentasenya tidak mengalami perubahan, defisit anggaran dalam APBN 2005 secara nominal mengalami peningkatan Rp 500 miliar dari Rp 16,892 triliun mnejadi Rp 17,392 triliun atau 0,8 % dari PDB. Perubahan tersebut disebabkan disesuaikannya beberapa rencana besaran pendapatan negara, belanja negara dan pembiayaan anggaran. Dalam laporan Panja RAPBN 2005 yang dilakukan Menkeu Boediono dan Panitia Angaran DPR di Gedung DPR/MPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (22/9/2004), disepakati untuk menutup defisit tersebut dananya akan dibiayai dari dalam negeri. Dengan demikian, pembiayaan dalam negeri akan mengalami peningkatan Rp 500 miliar dari Rp 37,085 triliun menjadi Rp 37,585 triliun atau 1,7 % dari PDB.Pembiayaan ini terdiri dari perbankan dalam negeri yang ditetapkan sesuai dengan yang diusulkan dalam RAPBN 2005 sebesar Rp 9 triliun atau 0,4 % dari PDB. Jumlah ini berasal dari penggunaan rekening pemerintah baik rekening dana investasi atau RDI maupun non RDI.Selain itu, dari non perbankan dalam negeri ditetapkan naik Rp 500 miliar dari Rp 28,085 triliun menjadi Rp 28,585 triliun atau 1,3 % dari PDB. Angka ini terdiri dari privatisasi sebesar Rp 3,5 triliun atau 0,2% dari PDB atau sama dengan usulan RAPBN. Disamping itu, juga diupayakan dari penjualan aset program restrukturisasi perbankan sebesar Rp 4 triliun atau 0,2 % dari PDB dan penerbitan surat utang negara netto sebesar Rp 22,085 triliun atau 1,0 % dari PDB yang terdiri dari penerbitan SUN sebesar Rp 43 triliun atau 2,0 % dari PDB dan pembayaran pokok dan pembelian kembali sebesar negatif Rp 20,914 triliun atau 1,0 % terhadap PDB.Defisit 0,85 % dari PDB diperoleh dari selisih antara pendapatan dan belanja negara dimana untuk pendapatan negara dan hibah disepakati Rp 380,377 triliun atau 17,4 % dari PDB. Angka ini lebih besar dari RAPBN yang diusulkan Rp 377,866 triliun sedangkan belanja negara disepakati sebesar Rp 397,769 trilun atau 18,2 % dari PDB.Sementara itu, mengenai asumsi dasar RAPBN 2005 disepakati sesuai dengan usulan sebelumnya dimana pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 %, inflasi 5,5 %, nilai tukar Rp 8.600 per US$, tingkat suku bunga SBI per 3 bulan 6,5 %, harga minyak US$ 24 per barel, produksi minyak 1,125 MBCD dengan PDB sebesar Rp 2.190,8 triliun. (ton/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads