Direktur Utama ASEI Zafril Razief Amir optimistis jika target premi dan laba tersebut bisa tercapai.
"Target premi hingga akhir tahun Rp 850 miliar. Itu dikontribusi dari 4 asuransi, yaitu ekspor, kredit, surety ship dan asuransi umum. Kontribusi terbesar dari asuransi umum," ungkapnya di sela-sela acara Economic Outlook 2013 dengan tema Menjaga Pertumbuhan Pasar Modal dan Sektor Riil di Tengah Krisis Global, di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, target pencapaian tersebut bisa didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yang ditargetkan pemerintah bisa mencapai 6,8% di tahun depan. Hal tersebut membutuhkan pertumbuhan kredit yang besar dan tinggi.
"Kita mensupport kredit bahwa pertumbuhan kredit harus dibarengi pertumbuhan kemananan khususnya sektor menengah ke atas," kata dia.
Selain itu, hal tersebut juga perlu didukung oleh kinerja ekspor dengan meningkatkan ekspor khususnya di negara-negara non tradisional.
"ASEI sangat berkepentingan untuk mensupport itu dan membantu karena punya link dengan PCA yang lain untuk bank yang mau memberikan kredit kepada eksportir," tandasnya.
(dnl/dnl)











































