"Yang terjadi saat ini itu akumulasi dari seluruh iuran 20 tahun terakhir karena dianggap itu adalah iuran yang dilakukan sekarang dan bukan setoran," ungkap Darmin di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Rabu (19/12/2012).
"Itu sesuatu yang akumulatif bertahun-tahun. Sesuai permintaan BPK, Kalau dianggap tiba-tiba baru sekarang karena neracanya memang ditulis sekarang," ungkap Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada informasi yang kurang akurat, yang dimaksud laporan dalam LKPP itu adalah posisi yang dikatakan modal Indonesia di IMF selama ini adalah outstanding, bukan terjadi pada semester I," kata Mahendra kemarin.
Sebelumnya Direktur Riset Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Yenny Sucipto mempertanyakan bentuk penyertaan modal kepada lembaga International Monetery Fund (IMF) sebesar Rp 25,87 triliun.
Atas data yang disampaikan FITRA ini, Menteri Keuangan Agus Martowardojo pun bersuara.
"Ooo tidak ada. Kalau dana yang terkait dengan pijaman ke IMF adalah dana yang ada dalam pengelolaan BI dan itu pun tidak diberikan secara tunai ke IMF tapi sifatnya standby. Itu ada dalam pengelolaan BI dan instansi yang lebih tepat menjawab ini adalah BI," tegas Agus kemarin.
(dru/dnl)











































