"Menanggapi banyaknya proses seleksi pejabat setingkat eselon I spt di KPU, OJK, BI, dan di BUMN seperti Dirut BTN, kami menghimbau agar dalam proses seleksi pejabat dimasukkan juga penilaian rekam jejak transaksi keuangan si calon," ungkap Wakil Kepala PPATK, Agus Santoso kepada detikFinance, Senin (24/12/2012).
"Untuk Indonesia yang lebih baik, maka kita harus mencari figur pemimpin yang bersih, yang tidak terkontaminasi virus Korupsi. Caranya mudah, panitia seleksi tinggal mengirimkan nama-nama calon dan anak isteri-nya ke PPATK berikut dengan tanggal lahir masing-masing, nanti PPATK akan melakukan pengecekan," tambah Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila ada calon yang terindikasi memiliki catatan transaksi yang mencurigakan, maka kita berikan catatan," ujar Agus.
"Integritas dan bersih, itu syarat mutlak. Jika semua institusi dipimpin oleh pejabat yang berintegritas dan bersih, maka kita pasti mampu mencegah KKN, yakinlah," pungkasnya.
Seperti diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengakui akan adanya pergantian Direktur Utama Bank BTN karena telah habis masa jabatannya. Dahlan mengungkapkan, semua calon penggantinya berasal dari kalangan perbankan.
"Semua dari perbankan. Sekarang lagi Fit and Proper test," ungkap Dahlan.
(dru/dru)











































