"Tahun depan naik 25-30 persen. Angkanya lupa, tapi meningkat, yang pasti outstanding kredit kita naik. Akhir tahun proyeksi mendekati 25 persen," ungkapnya usai penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan Bank Umum, di Gedung Prijadi Praptosuharjo II, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Dia mengatakan, meskipun Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit secara keseluruhan mengalami penurunan, namun khusus untuk KPR, kata Iqbal, tidak termasuk dalam kategori kredit yang akan turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut RAKP, Iqbal menyebutkan, proyeksi kredit sudah terlampaui. "Kayaknya terlampaui RAKP kredit, kita hampir semua terlampaui baik kredit, aset, maupun laba," ujarnya.
Berdasarkan kinerja perseroan per 30 September 2012, tercatat Bank BTN telah membukukan asset sebesar Rp 98,76 triliun, yang berarti tumbuh 29,86% dibanding periode yang sama di tahun 2011 yang sebesar Rp 76,05 triliun. Pada 31 Desember 2011 asset Bank BTN tercatat sebesar Rp 89,12 triliun.
Dari sisi penyaluran kredit, Perseroan mencatat pertumbuhan sebesar 29,10% yaitu dari Rp 59,31 triliun pada 30 September 2011 menjadi Rp 76,57 triliun pada 30 September 2012. Kredit Perseroan pada 31 Desember 2011 tercatat sebesar Rp 63,56 Triliun. Manajemen Perseroan optimis akan pertumbuhan kredit Bank BTN.
(dru/dru)











































