Demikian disampaikan Direktur Pengelolaan Kas Negara Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Rudy Widodo saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
"Nanti yang seribu ke bawah ada logam, untuk sen. Jadi untuk kembalian, kalau sekarang kan kita kembalian dikasih permen, itu sudah gak asik banget, permen kan bukan alat tukar," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"APBN kita itu kan ribuan triliun, tapi sistemnya cuma bisa Rp 10 triliun, jadi selama ini kita pecah-pecah. Ini kan tidak efisien, di kalkulator pun juga hanya 12 digit," ujarnya.
Selain itu, lanjut Rudy, dengan mengecilnya denominasi rupiah, maka rupiah dianggap punya nilai yang hampir setara dengan mata uang lain di dunia.
"Sekarang ini kan yang lebih besar denominasinya Vietnam, di sana Rp 500 ribu nominal terbesarnya, kita Rp 100 ribu. Dengan redenominasi ini maka orang akan lebih percaya dengan rupiah," tegasnya.
(nia/dru)











































