5 BUMN Besar Diharapkan Sumbang Rp 10,591 T Untuk APBN 2005
Kamis, 23 Sep 2004 16:23 WIB
Jakarta - Pemerintah mengandalkan lima BUMN besar untuk menyokong penerimaan APBN 2005. Dari lima BUMN itu pemerintah berharap bisa mendapatkan dividen sebesar Rp 10,591 triliun atau 0,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PBD). Angka ini lebih tinggi Rp 1,167 triliun dari usulan RAPBN yang mencapai Rp 9,424 triliun atau 0,4 persen dari PDB.Demikian laporan Panja Pendapatan Negara dan Belanja Pemerintah Pusat dalam rangka pembahasan tentang RUU Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2005 yang baru disahkan tadi malam. Dalam kesepakatan pemerintah dan DPR diputuskan dividen pay out ratio dari BUMN sebesar 50 persen dari laba, kecuali BUMN dalam akumulasi rugi, dalam restrukturisasi utang, BUNM yang saham pemerintahnya minoritas, BUMN asuransi dan BUMN yang harus melakukan pinjaman untuk membayar dividennya. Kelima BUMN yang diandalkan pemerintah adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, Telkom dan Pertamina.Untuk dividen dari BUMN non-Pertamina ditetapkan sebesar Rp 7,495 triliun atau 0,03 persen dari PDB. Angka ini naik Rp 1,061 triliun dari usulan RAPBN sebesar Rp 6,434 triliun. Peningkatan dividen terutama disebabkan adanya proyeksi peningkatan laba dari BUMN utama penyumbang dividen pemerintah, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI dan Telkom.Sementara untuk dividen atau bagian laba Pertamina ditetapkan sebesar Rp 3,095 triliun atau 0,01 persen dari PDB. Angka ini naik Rp 106,3 miliar dari usulan dalam RAPBN Rp 2,989 triliun. Peningkatan dividen Pertamina ini disebabkan adanya tambahan BUMN tersebut dari pemerintah dalam bentuk fee hulu dan pembayaran dividen interima tahun berikutnya. Untuk APBN 2005 ini ditetapkan pendapatan negara dan hibah sebesar Rp 380,377 triliun. Sementara belanja negara diperkirakan Rp 391,769 triliun sehingga defisit anggaran mencapai Rp 17,392 triliun atau 0,8 persen dari PDB.
(nit/)











































