Penyaluran kredit mikro yang disalurkan melalui Unit layanan Modal mikro (ULaMM) ini, naik 25% dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 2,4 triliun.
Direktur Utama PMN Parman Nataatmadja mengatakan, pendapatan pada 2013 ditargetkan bisa tembus Rp 1,1 triliun atau meningkat 25% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 880 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ULaMM sendiri berkontribusi sekitar 85,3% kepada pendapatan PNM. Tahun 2013, sendiri PNM akan lebih memfokuskan pada pembiyaan kredit mikro di bawah Rp 50 juta.
Sementara itu, PMN akan menggelotrkan belanja modal atau capital expandirute (capex) tahun 2013 senilai Rp 36,3 miliar atau naik 81,5% dari tahun 2012 yang sebesar Rp 20 miliar.
"Jadi dana belanja modal tahun 2013 ini lebih besar jika dibandingkan tahun 2012," sebutnya.
Parman mengatakan, belanja modal di tahun 2013 akan digunakan untuk membiayai jaringan pembiyaan mikro.
(hen/dru)











































