DPR juga berharap Dirut baru Bank Mutiara yang ditunjuk nantinya yang mengerti benar segala permasalahan di bank tersebut.
"Direksi yang ada sekarang potensial untuk dipertimbangkan menjadi Dirut, seperti Pak Fajar (Direktur Treasury dan Internasional Banking Ahmad Fajar) dan Pak Benny (Direktur Distribusi dan Jaringan Benny Purnomo)," kata Anggota Komisi XI DPR, Achsanul Qasasi kepada detikFinance, Kamis (10/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2013 merupakan tahun terakhir proses penjualan bank ini, sehingga Dirut yang baru akan sering berhadapan dengan calon investor dan Timwas DPR RI, sehingga harus ditunjuk orang yang memiliki integritas tinggi mementingkan kepentingan negara," katanya.
Menurut Achsanul, Dirut baru harus mampu menguasai berbagai permasalahan di Bank Mutiara sehingga kinerja bank itu tetap tumbuh baik dan proses penjualannya berjalan dengan lancar. Akan lebih baik jika figur tersebut sudah terlibat menangani masalah Bank Mutiara sejak bank tersebut diambilalih pemerintah pada akhir 2008.
"Yang penting penggantinya mengerti permasalahan Bank Mutiara dan ada baiknya mempelajari betul masalahnya karena dia akan langsung berhadapan dengan calon investor baru dan Timwas DPR, sehingga bisa segera memperbaiki kekurangannya untuk mengejar nilai yang ditargetkan," katanya.
LPS sebagai pemilik saham Bank Mutiara harus segera mencari calon Dirut baru setelah Maryono ditunjuk menjadi Dirut BTN. RUPSLB Bank Mutiara untuk menentukan dirut baru bank tersebut diperkirakan akan digelar pekan depan.
Pergantian dirut tersebut sangat krusial, mengingat tahun ini merupakan tahun terakhir proses penjualan Bank Mutiara dengan target harga sesuai dana talangan Pemerintah sebesar Rp 6,7 triliun.
Sumber detikFinance, Selasa (8/1/2013) menyebutkan terdapat 3 calon Direktur Utama Bank Mutiara yang siap menggantikan Maryono.
"Ada tiga calon. Dua dari eksternal dan satu dari internal Bank Mutiara," jelas sumber tersebut.
Adapun calon eksternal tersebut yakni berasal dari Bank Mandiri. Calon tersebut yakni Arif Basuseno yang merupakan pimpinan wilayah Jakarta di Bank Mandiri dan Sukoriyanto Saputro yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri. Sedangkan dari internal yakni Ahmad Fajar.
(dru/ang)











































