Gubernur BI: Konsumsi BBM Subsidi Tinggi Bikin Rupiah Melemah

Gubernur BI: Konsumsi BBM Subsidi Tinggi Bikin Rupiah Melemah

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 14 Jan 2013 12:53 WIB
Gubernur BI: Konsumsi BBM Subsidi Tinggi Bikin Rupiah Melemah
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia yang tahun lalu melebihi kuota 40 juta kiloliter (KL) memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Hal ini disampaikan Gubernur BI Darmin Nasution saat pembahasan Outlook Perekonomian Indonesia 2013 dengan Komisi XI DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2013).

"Pada gilirannya (kelebihan kuota konsumsi BBM subsisi) dapat memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah," ungkap Darmin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab rupiah bisa melemah, dijelaskan Darmin, karena peningkatan konsumsi BBM subsidi di tengah menurunnya produksi minyak Indonesia akan mendorong peningkatan impor minyak. Ini memperbesar defisit transaksi berjalan.

"Jadi karena ini (impor BBM), semakin memperbesar defisit transaksi berjalan," tegasnya.

Kemudian, Darmin menambahkan, kondisi ini juga berdampak pada beban subsidi dalam APBN. Persepsi negatif secara otomatis akan menyelimuti kesinambungan fiskal atau keuangan negara.

"Ini yang dapat mempengaruhi persepsi negatif mengenai kesinambungan, menuju tekanan pada nilai tukar rupiah," imbuhnya.

Darmin menyatakan, persoalan BBM subsidi saat ini menjadi poin sentral yang harus segera diatasi. Pemerintah harus bisa menekan atau mengendalikan jumlah subsidi BBM.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads