Maryono yang merupakan Mantan bos Bank Mutiara ini menegaskan, di bawah komandonya BTN akan fokus membesarkan pembiayaan sektor perumahan yakni KPR subsidi dan non subsidi.
"Di dalam visi-misi pembiayaan 85% perumahan dan 15% non perumahan. Kami belum mempelajari pengambilalihan lembaga lain termasuk perbankan," tutur Maryono saat press conference RUPSLB Bank Mutiara di Kantor Pusat Bank Mutiara Jakarta, Senin (14/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai bos baru, ia akan mengarahkan Bank berlogo Mutiara ini untuk lebih maksimal melakukan pembiayaan di sektor retail dan mikro.
"Divestasi bank Mutiara, paling tidak rencana meningkatkan value perusahaan ini, value naik investor akan lebih memperhatikan Mutiara. Dengan beberapa program tadi yakni naikkan laba kembangkan retail funding, kembangkan kredit UKM," tambahnya.
Saat ini Bank Mutiara yang ditawarkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pemilik saham utama seharga Rp 6,7 triliun. Sementara, data per akhir Desember 2012, Bank Mutiara telah memiliki aset senilai Rp 15,3 triliun dan ekuitas mencapai Rp 1,3 triliun.
(feb/dru)











































