"Akan ada asuransi banjir dimana ini digolongkan dalam asuransi komersial dan ada sisi sosialnya," ungkap Ketua AAUI Kornelius Simajuntak dalam konferensi pers terkait klaim asuransi pasca banjir di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Selasa (22/1/2013)
Kornelius menjelaskan, meski ini soal banjir, produk tersebut tetap harus menghasilkan keuntungan. Sehingga, premi yang ditawarkan juga terukur dari resiko yang harus dikeluarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, setiap resiko harus dihitung secara mandiri. Sehingga, perusahaan asuransi tidak mengandalkan subsidi dari produk lainnya.
"Oleh karena itu, ini kan prinsipnya gotong royong," cetusnya.
Saat ini, produk asuransi khusus banjir sedang memasuki tahap uji flood model atau model perhitungan resiko banjir. Setelah uji ini dilakukan dan disetujui oleh berbagai pihak, industri asuransi Indonesia bisa dikatakan siap menangani resiko banjir.
Pengujian dilakukan oleh PT Asuransi Maipark Indonesia dan ditargetkan selesai Maret 2013. Sehingga, secara keseluruhan akhir tahun 2013, produk ini sudah selesai.
(dru/dru)











































