Perusahaan pembiayaan Bima Multi Finance masih optimistis meskipun ketentuan uang muka minimum di pembiayaan konvensional dan juga syariah dipatok tinggi.
Direktur Utama PT Bima Multi Finance Ninoy Tandra Matheus mengatakan, meski menghadapi berbagai tantangan, Bima Finance tetap optimis bisa mencapai target pembiayaan 2013 sebesar Rp 2 triliun karena pasar mobil dan motor bekas dinilai masih kondusif di tahun ini. Dari angka tersebut, kata Ninoy, sebesar 95% akan dicapai melalui kredit kendaraan bermotor, sewa guna usaha sebesar 3%, dan 2% dari anjak piutang.
Ninoy menambahkan, perusahaan akan fokus dalam bisnis pembiayaan mikro dan lebih melirik syariah di tahun 2013 ini. "Kami melihat unit usaha syariah dapat memberi kontribusi dalam penyaluran kredit 2013 karena pasar syariah masih akan tumbuh di Indonesia," kata dia dalam siaran pers yang diterima detikFinance, di Jakarta, Selasa (22/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, hingga 2013, Bima Finance telah memiliki 29 kantor cabang dan 198 kantor unit pelayanan yang tersebar di 17 provinsi. Perseroan berencana merapatkan kantor unit pelayanan di Jawa Tengah karena menilai pertumbuhan pembiayaan mobil bekas dan motor bekas di daerah tersebut masih cukup bagus hingga akhir 2013.
Sepanjang 2012, Bima Finance berhasil menyalurkan pembiayaan Rp 1,82 triliun. Angka tersebut meningkat 30% dibandingkan periode sama (hingga Desember 2011) yaitu sebesar Rp 1,4 triliun. Perseroan memaparkan penyaluran terbesar berasal dari sektor pembiayaan konsumen yang menitikberatkan pada kredit mobil baru maupun bekas dan motor bekas.
"Masih diminatinya penjualan mobil bekas dan motor bekas di daerah juga membuat pendapatan Bima Finance yang kini menyebar di 17 provinsi di Indonesia juga meningkat," kata Ninoy.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan Bima Finance, total pendapatan 2012 sebesar Rp 315 miliar. Raihan tersebut meningkat signifikan dibanding pendapatan 2011 yakni Rp 206 miliar. Bima Finance meraih laba kotor sebesar Rp 31 miliar. Sedangkan laba bersih Bima Finance sepanjang 2012 mencapai Rp 23 miliar. Perseroan mencatat total aset 2012 mencapai Rp 887 miliar.
"Peningkatan penyaluran pembiayaan, pendapatan, dan laba di 2012 didukung oleh peningkatan pembiayaan khususnya pembiayaan konsumen," kata dia. (dru/dru)











































