Indonesia harus belajar kepada negara-negara baik yang berhasil maupun yang gagal untuk bisa melakukan kebijakan ini, tanpa memberikan dampak negatif pada perekonomian bangsa.
Disebut Agus Marto, terdapat beberapa contoh negara yang telah berhasil melaksanakan redenominasi seperti Turki, Romania, Polandia, dan Ukraina. Keberhasilan negara ini disebabkan beberapa hal. Pertama, adanya dukungan kuat dari seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintah, parlemen, dan pelaku bisnis. Kedua, redenominasi dilakukan pada saat perekonomian berada dalam kondisi stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Agus Marto, Indonesia juga harus belajar dari kegagalan redenominasi di negara Rusia, Brazil, Argentina, dan Zimbabwe. Kegagalan negara tersebut disebabkan antara lain karena kurang tepatnya waktu implementasi.
"Redenominasi dilaksanakan pada saat kondisi fundamental perekonomian yang memburuk dan kegagalan negara-negara tersebut," jelasnya.
Oleh karena itu, Agus Marto menegaskan pelaksanaan redenominasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati, khususnya dalam hal memberikan pemahaman bahwa redenominasi bukan sanering.
"Untuk itu perlu dilakukan konsultasi publik secara masif demi suksesnya pelaksanaan redenominasi," tandasnya.
RUU Redenominasi telah masuk dalam Prolegnas dan bakal dibahas DPR tahun ini. Jika disetujui, mulai 2014 bakal dimunculkan mata uang baru hasil redenominasi, sehingga ada 2 mata uang yang beredar di masyarakat. Setelah itu secara perlahan hingga 2017 redenominasi dilakukan dan mata uang rupiah lama akan hilang di masyarakat.
(nia/dnl)











































