Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1, Gubernur BI Cerita Soal Rupiah yang Dipandang Rendah

Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1, Gubernur BI Cerita Soal Rupiah yang Dipandang Rendah

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 23 Jan 2013 11:09 WIB
Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1, Gubernur BI Cerita Soal Rupiah yang Dipandang Rendah
Jakarta - Redenominasi di Indonesia kian mendekati kenyataan. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mulai melakukan konsultasi publik terkait rencana ini.

Gubernur BI menyatakan pentingnya redenominasi untuk dilakukan di Indonesia apalagi untuk warga asing yang selalu heran melihat harga barang di Indonesia.

"Kalau seorang asing datang ke Indonesia sebagai penjabat atau official atau bisnis. Barangkali di liat dari Indonesia setelah mendarat itu nilai tukar,"  ujar Darmin dalam acara Kick Off Konsultasi Publik Perubahan harga rupiah "redenominasi bukan sanering" di hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (23/1/2013)

Warga asing membutuhkan itu karena perlu untuk membayar taxi dan makanan selepas turun pesawat. Alhasil, menurutnya banyak diantara mereka yang memandang Indonesia rendah.

"Begitu dia belanja dan mendengar harganya, maka langsung pandangan soal Indonesia, jatuh. Karena dia berhadapan dengan harga beratus-ratus ribu," terang Darmin.

Sebelumnya, Pemerintah menyatakan saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sangat rendah. Bahkan di ASEAN, rupiah merupakan salah satu mata uang terendah jika ditukarkan ke dolar AS.

"Dari sisi nilai tukar, maka nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi kita yang baik. Nilai tukar rupiah kita terlalu rendah dibandingkan negara-negara lain yang ukuran PDB-nya jauh lebih kecil dari Indonesia," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Agus Marto menyebutkan, dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi di ASEAN, Indonesia memiliki nilai PDB US$ 845,6 miliar, Thailand US$ 345,65 miliar, Malaysia US$ 278,68 miliar, Singapura US$ 259,85 miliar, dan Filipina US$ 213,12 miliar.

(dru/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads