Hal ini disampaikan oleh Gubernur BI Darmin Nasution pada acara Kick Off Konsultasi Publik Perubahan harga rupiah "redenominasi bukan sanering" di hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (23/1/2013)
Darmin menuturkan, praktek ini dilakukan secara sukarela oleh masyarakat Indonesia. "Jadi banyak masyarakat secara sukarela telah melakukan redenominasi," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu nggak ada yang kaget. Misalnya anda piknik, ada angka Rp 25 dalam bentuk harga, nggak ada yang protes terus cari gara-gara dengan bayarnya Rp 25 (sen)," terangnya.
Bahkan menurutnya di Jawa Tengah, ada sebuah pasar ternak yang dalam transaksinya menghilangkan enam nol. Ini bahkan dalam bentuk lisan atau menjadi bahasa sehari-hari.
"Di Jawa Tengah, sering transkasi di sebuah pasar itu menghilangkan 6 nol dan disebutkan saja," tutup Darmin.
RUU Redenominasi telah masuk dalam Prolegnas dan bakal dibahas DPR tahun ini. Jika disetujui, mulai 2014 bakal dimunculkan mata uang baru hasil redenominasi, sehingga ada 2 mata uang yang beredar di masyarakat. Setelah itu secara perlahan hingga 2017 redenominasi dilakukan dan mata uang rupiah lama akan hilang di masyarakat.
(dru/dru)











































