Redenominasi Rupiah, Target Pajak Rp 1.000 Triliun Jadi Rp 1 Triliun

Redenominasi Rupiah, Target Pajak Rp 1.000 Triliun Jadi Rp 1 Triliun

Ramdhania El Hida - detikFinance
Rabu, 23 Jan 2013 11:47 WIB
Redenominasi Rupiah, Target Pajak Rp 1.000 Triliun Jadi Rp 1 Triliun
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Rahmany menilai penerapan kebijakan redenominasi atau penyederanaan mata uang rupiah sangat positif. Karena ada penyederhanaan perhitungan, termasuk dalam perhitungan penerimaan pajak.

"Jadi target penerimaan pajak kita Rp 1.000 triliun jadi Rp 1 triliun, kan enak dengarnya. Daripada kalau Rp 1.000 triliun, ngeri dengarnya. Ini kan jadi lebih sederhana," ujar Fuad ketika ditemui dalam acara 'Kick Off Konsultasi Publik Perubahan Harga Rupiah' di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (23/1/2013).

Menurut Fuad, selama ini pun dalam tabel penerimaan pajak, pihaknya selalu menggunakan tabel dalam ribuan. Dengan demikian, jika dilakukan redenominasi, maka tidak ada perubahan sedikit pun dalam penghitungan pajak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita dari pajak tidak masalah. Selama ini, tabel-tabel kita saja ditulis dalam ribuan jadi angkanya Rp 10 miliar tapi disebut Rp 10 triliun," ujarnya.

Fuad mengharapkan. masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan kebijakan ini, karena redenominasi hanya masalah penyederhanaan mata uang bukan pengurangan daya beli masyarakat.

"Itu cuma angka, saya setuju dengan redenominasi karena ini kan bukan perubahan harga, ini penyederhanaan angka. Tadi di pidato Menkeu dan Gubernur BI itu sama kan penyederhanaan angka, nilai daya beli itu tidak berubah dari redenominasi. Harusnya masyarakat tidak usah khawatir, mesti disambut," cetus Fuad.

RUU Redenominasi telah masuk dalam Prolegnas dan bakal dibahas DPR tahun ini. Jika disetujui, mulai 2014 bakal dimunculkan mata uang baru hasil redenominasi, sehingga ada 2 mata uang yang beredar di masyarakat. Setelah itu secara perlahan hingga 2017 redenominasi dilakukan dan mata uang rupiah lama akan hilang di masyarakat.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads