Negara berkembang memiliki strategi untuk mengamankan sistem keuangan, khususnya sistem perbankan dalam negerinya di tengah kepungan krisis ekonomi global. Perbankan di beberapa negara berkembang mampu menurunkan risiko kredit dan biaya transaksi (cost of money).
Berikut ini terdapat 10 daftar bank teraman di negara-negara berkembang yang layak dilirik investor sebagai tempat pengelolaan atau pendukung aktivitas keuangan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mau tahu 10 bank teraman di negara-negara berkembang itu? Berikut bagian kedua hasil penelusuran seperti dikutip dari CNBC, Jumat (25/1/2013).
5. Industrial Bank of Korea
|
|
Bank milik pemerintah yang didirikan tahun 1961 ini, sekarang menjadi bank dengan nilai aset terbesar nomer 5 di Korea Selatan dan menguasai 5% simpanan domestik. Industrial Bank of Korea ini, memiliki kekuatan dalam pembiayaan sektor usaha kecil dan menengah.
Hingga akhir semeter 1-2012, bank ini menyalurkan pembiayaan sektor UKM sekitar 78% dan sektor rumah tangga sekitar 20% dari total pembiayaan. Lembaga Fitch memberi peringkat AA-, S&P memberi peringkat A dan Moody's memberi peringkat Aa3 kepada Industrial Bank of Korea.
4. National Bank of Kuwait
|
|
Didirikan tahun 1952, National Bank of Kuwait merupakan bank lokal milik pemerintah pertama di negara teluk dan saat ini telah membuka cabang di 16 negara.
Pada 2011, Bank of Kuwait ini memperoleh penghargaan sebagai terbaik di Timur Tengah oleh Global Finance, Euromoney dan The Banker.
Bank ini oleh S&P diberi peringkat A, Fitch memberi peringkat AA- dan Moody's memberi peringkat Aa3.
Bank ini, hingga akhir 2012 membukukan laba bersih senilai US$ 271 miliar atau melampaui target 2012 yang ditetapkan senilai US$ 220 miliar.
3. National Bank of Abu Dhabi
|
|
Kepemilikan saham oleh pemerintah mencapai lebih dari 70%, menjadikan bank ini menjadi bank nomer 2 dengan aset terbesar di Uni Emirate Arab dan memiliki cabang di 14 negara.
Pada tahun 2010, National Bank of Abu Dhabi mencatatkan diri sebagai bank pertama di negaranya yang bisa menembus laba bersih di atas US$ 1 miliar.
Oleh lembaga Moody's, bank ini memperoleh peringkat Aa3, S&P memberi peringkat A dan Fitch memberi peringkat AA-. Menurut laporan Fitch, prospek bank ini sangat cerah karena memiliki kantor cabang atau perwakilan yang kuat, menjadi bagian dari pemerintah serta secara kualitas aset dan laba sangat berkesan.
Pada tahun 2020, bank ini menargetkan bisa memperoleh pendapatan operasi setara 10% dari bisnis syariah.
2. Agricultural Development Bank of China
|
|
Bank yang didirikan tahun 1994 ini, menjadi 1 dari 3 bank di Cina yang menjalankan kebijakan pemerintah yakni membiayai sektor pendesaan dan pengembangan pertanian di Cina.
Oleh lembaga Fitch, bank ini memperoleh peringkat A, S&P memberi peringkat AA- dan Moody's memberi peringkat Aa3. S&P merilis, rating yang diterima oleh bank ini menggambarkan kondisi pemerintah Cina yang mendukung penuh keuangan bank meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi.
Pada 2012, bank ini mencatat laba sebesar US$ 7,79 miliar atau naik 16% dari periode sebelumnya. Sedangkan angka kredit macet atau non performing loan (NPL) di bawah 1%.
1. China Development Bank
|
|
Pinjaman yang dikeluarkan, dijamin sepenuhnya oleh negara dan fokus pembiayaan ada di sektor proyek infrastruktur di antaranya proyek dam raksasa 3 lembah, jalur kereta cepat Shanghai-Beijing, dan proyek air minum.
Oleh lembaga Moody's, bank ini memperoleh rating Aa3, S&P memberi peringkat AA- dan Fitch memberi peringkat A.
Bank ini juga aktif memberikan pembiayaan komersial di dalam dan luar negeri, seperti Desember kemaren menyalurkan pembiayaan senilai US$ 20 miliar kepada perusahaan telekomunikasi terbesar nomer 5 di dunia, ZTE dan juga pada Januari ini memberikan kredit senilai US$ 1,5 miliar ke negara Sudan.
Halaman 2 dari 6










































