Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan modal Bank DKI Rp 1,3 triliun untuk memperbesar porsi kredit.
Lewat suntikan Rp 450 miliar dari Pemprov DKI ini, ujar Jokowi, Bank DKI tidak perlu lagi melakukan penawaran umum saham perdana (IPO/Initial Public Offering).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama diungkapkan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono. Dia mengaku, pihaknya merasa belum perlu melakukan IPO untuk mencari modal kerja. Menurut Ekom untuk modal kerja saja cukup lewat suntikan modal pemerintah atau penerbitan surat utang alias obligasi.
"Jika untuk GCG mereka (Pemprov) setuju (IPO). Namun kalau hanya modal lebih baik ditujukan melalui Pemprov DKI," kata Eko.
(dnl/dnl)











































