Pelaku usaha yang juga merupakan pengamat ekonomi Lyra Puspa kepada detikfinance menuturkan dampak baik nya adalah efisiensi pada beberapa hal. Seperti alat marketing dan pembuatan laporan keuangan.
"Untuk pembuatan tools marketing. Angka itu kan nggak perlu panjang-panjang. Kemudian dalam hal laporan keuangan. Sekarang pun kita sudah mulai laporan keuangan sudah nggak ada 000 itu kan diganti tulisan dalam bentuk juta atau ribu," ungkap Lyra di Gedung MNC, Senin (28/1/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya kayak supermarket minimarket mereka kan kita haru ganti dari sekian rupiah menjadi duel dulu. Kan artinya harus ada penyesuaian di IT nya kita," ungkapnya.
Menurutnya, untuk perusahaan besar bisa alokasikan anggaran khusus untuk hal itu. Namun bagaimana dengan usaha dengan golongan UKM.
"Nah untuk UMKM ini jangan-jangan budgetnya gak ada khawatirnya," tegas Lyra.
Ia bahkan berharap, pemerintah menyiapkan insentif khusus kepada pelaku usaha tersebut. Agar dapat meringankan dan membantu penyelenggaraan redenominasi.
"Jadi tolong diserap dengan insentif atau apapun yang lain. Bisa isnentif pajak, impor perlatan untuk sistem tadi," terangnya.
Selain itu, dampak buruk juga akan tampak di industri manufaktur ekspor impor. "Itu kan berubah. Apalagi katakan untuk manufaktur ekspor dan impor. Kalau ini belum tersosialisasikan dengan baik. Kita impor lalu kita bayar dengan kurs nya agak repot," pungkasnya.
(dru/dru)











































