Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti menjelaskan hingga saat ini kantor cabang Bank Mandiri belum berdiri di Malaysia. Pihaknya merasa dipersulit oleh otoritas bank sentral di negeri jiran.
"Di Malaysia cabang belum buka, masih belum clear. Malaysia inginnya subsidiary (anak usaha), kita inginnya cabang karena kalau buka cabang kita nggak perlu nyetor modal," tutur Destry kepada wartawan di Hotel Arya Duta Jakarta, Senin (28/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mengharapkan asas kesetaraan. Disini mereka bisa buka cabang, kita disana sulit," sebutnya.
Pihaknya, meminta Gubernur Bank Sentral Malaysia memberikan persetujuan tertulis bahwa otoritas disana menginjinkan pembukaan cabang di Malaysia. Hal ini merujuk pada pernyataa Gubernur Bank Sentral negeri jiran beberapa waktu lalu yang menyatakan menyetujui pembukaan cabang Bank Mandiri.
"Mereka baru oral written (bicara secara lisan) kita belum dapet persetujuan tertulisnya," cetusnya.
Sebelumnya, Bank Sentral Malaysia (Bank Negara Malaysia) telah mengeluarkan izin PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk beroperasi di Malaysia. Bank Mandiri siap membuka cabang pertamanya di Negeri Jiran mulai tahun 2013.
"Kita sudah mengeluarkan izin kepada Bank Mandiri, untuk membuka cabang di Malaysia," tutur Gubernur Bank Sentral Malaysia, Zeti Akhtar Aziz.
Menurutnya pihak di Malaysia pun siap menunggu pembukaan cabang Bank Mandiri mulai tahun 2013. Selain itu, terkait kewajiban persyaratan modal minimum yang harus dipenuhi oleh Bank Mandiri saat beroperasi di Malaysia yakni sebesar 300 juta ringgit, pihaknya bersama Bank Mandiri sedang berdiskusi mengenai ketentuan permodalan minimum yang harus dipenuhi bank asing.
(hen/dru)











































